PLT Bupati Ahmad Baharudin Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke – 12 – KABAR TULUNGAGUNG






































Skip to content




Update BeritaDiskominfo Tulungagung Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital melalui Program PERISAI ANAK

Diskominfo Tulungagung Jalin Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi dengan FISIP Universitas Brawijaya

PLT Bupati Ahmad Baharudin Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke – 12

RSUD Campurdarat Resmi Luncurkan Pelayanan CT Scan, Warga Tulungagung Selatan Tak Perlu Jauh Berobat

Plt. Bupati Tulungagung Tinjau 10 Paket Pekerjaan Konstruksi Tahun 2026

PLT Bupati Serahkan Alsintan Untuk Kelompok Tani di Tulungagung

KABAR TULUNGAGUNGPORTAL BERITA RESMI KABUPATEN TULUNGAGUNG




Search for:


Search


24 October 202600:40:39


















PLT Bupati Ahmad Baharudin Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke – 12By Diskominfo22 October 2026 10:25 am
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa dan daerah. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya kontribusi santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat karakter bangsa, serta mendorong kemajuan Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia, tetapi juga harus tampil sebagai generasi penerus yang mampu menjawab tantangan zaman melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus mampu menjadi pelaku perubahan. Santri harus berani berinovasi, membangun usaha, mengembangkan potensi daerah, serta menciptakan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” tegas Ahmad Baharudin dalam pesan peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Ia menyampaikan, Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tonggak sejarah penting adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945, yang membangkitkan semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Menurut Ahmad Baharudin, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda. Jika dahulu para santri berjuang dengan mengangkat senjata dan mempertaruhkan jiwa raga, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, penguatan akhlak, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial.

“Perjuangan santri hari ini adalah perjuangan melawan kebodohan, kemiskinan, kemerosotan moral, penyalahgunaan narkoba, intoleransi, dan berbagai tantangan yang dapat melemahkan masa depan bangsa,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh santri di Kabupaten Tulungagung untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman. Santri diharapkan mampu menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan umum, memahami perkembangan teknologi, serta memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ahmad Baharudin menilai, cita-cita Indonesia Emas tidak cukup diwujudkan melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, Indonesia membutuhkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, berdaya saing, menjunjung tinggi persatuan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia menyebut Kabupaten Tulungagung memiliki potensi besar melalui keberadaan pondok pesantren, madrasah diniyah, taman pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, dan berbagai lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Lembaga-lembaga tersebut dinilai memiliki kontribu