Pemkab Tulungagung Dukung Sensus Ekonomi 2026, 1.145 Petugas Sisir 143 Ribu Lebih Usaha di Tulungagung – KABAR TULUNGAGUNG






































Skip to content




Update BeritaDiskominfo Tulungagung Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital melalui Program PERISAI ANAK

Diskominfo Tulungagung Jalin Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi dengan FISIP Universitas Brawijaya

PLT Bupati Ahmad Baharudin Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke – 12

RSUD Campurdarat Resmi Luncurkan Pelayanan CT Scan, Warga Tulungagung Selatan Tak Perlu Jauh Berobat

Plt. Bupati Tulungagung Tinjau 10 Paket Pekerjaan Konstruksi Tahun 2026

PLT Bupati Serahkan Alsintan Untuk Kelompok Tani di Tulungagung

KABAR TULUNGAGUNGPORTAL BERITA RESMI KABUPATEN TULUNGAGUNG




Search for:


Search


24 October 202600:40:43


















Pemkab Tulungagung Dukung Sensus Ekonomi 2026, 1.145 Petugas Sisir 143 Ribu Lebih Usaha di TulungagungBy Diskominfo12 June 2026 3:55 pm
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulungagung mulai mematangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Ditandai dengan pelaksanaan pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, pada Jumat (12/06/2026) di ruang Pringgitan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung. Kegiatan yang dihadiri oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin beserta jajaran dan Forkopimda itu, menjadi momentum sekaligus bentuk dukungan Pemkab Tulungagung dalam suksesnya kegiatan SE 2026.

Sensus ekonomi 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperbarui data ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Kepala BPS Tulungagung, Dyah Sari Prihantari dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata dan memiliki daya tahan terhadap berbagai guncangan.

“Pemerintah daerah harus menjaga pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi pemerataan ekonomi dan ekonomi menjadi lebih kuat menghadapi goncangan. Selain itu, juga harus mampu menyerap dinamika usaha yang berkembang sangat cepat serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan kerja yang semakin berubah,” ujarnya.

Menurut Dyah, tantangan tersebut membutuhkan dukungan data yang akurat, lengkap, dan mutakhir. “Karena itu diperlukan sensus ekonomi. Hasilnya nanti akan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah juga memaparkan sasaran sensus sesuai dengan data yang saat ini dimiliki oleh BPS, yakni 143.845 unit usaha tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Jumlah usaha terbanyak berada di Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung Kota, dan Ngunut dengan masing-masing mencapai sekitar 15 ribu unit usaha. Sementara kecamatan dengan jumlah usaha paling sedikit berada di Tanggunggunung, Pagerwojo, dan Pucanglaban.

“SBR merupakan basis data yang berisi daftar perusahaan beserta berbagai informasi yang melekat pada usaha tersebut,” terang Dyah.

Untuk menyukseskan pendataan, BPS Tulungagung menyiapkan 1.145 petugas sensus, mereka telah mendapatkan pembekalan untuk melaksanakan sensus. Selain mendata 143.845 pelaku usaha, petugas juga akan melakukan pendataan terhadap sektor pertanian yang mencakup 55 badan usaha pertanian, 174.863 usaha pertanian perorangan, serta 362.641 keluarga di Kabupaten Tulungagung. Termasuk mendata perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan di Tulungagung.

“Tujuan akhirnya adalah menghasilkan data yang berkualitas sebagai acuan pembangunan daerah yang tepat sasaran,” imbuhnya. Ia menambahkan, SE 2026 diharapkan menjadi sensus ekonomi terbaik, baik di tingkat nasional maupun di Kabupaten Tulungagung.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyambut baik pelaksanaan SE 2026. Menurutnya, sensus ini menjadi momentum penting da