TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Polres Tulungagung, dan Kodim 0807 Tulungagung menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di Lapangan Markas Komando (Mako) Polres Tulungagung, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Apel dipimpin oleh Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., selaku pembina apel. Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala perangkat daerah, instansi vertikal, unsur Forkopimcam se-Kabupaten Tulungagung, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan.

Dalam arahannya, Plt. Bupati Tulungagung menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya dinamika cuaca. Ancaman bencana tersebut meliputi hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, puting beliung, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data hingga 4 November 2026, sejumlah kejadian bencana telah tercatat di wilayah Kabupaten Tulungagung, dengan rincian sebagai berikut:

Banjir: 1 kejadian

Tanah longsor: 5 kejadian

Rumah roboh: 1 kejadian

Pohon tumbang: 15 kejadian

Angin kencang: 17 kejadian

Kebakaran hutan dan lahan: 24 kejadian

Meskipun kejadian tersebut belum menimbulkan korban jiwa, dampaknya tetap berpotensi menyebabkan kerugian material dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi geografis Kabupaten Tulungagung yang terdiri atas wilayah dataran rendah, daerah aliran sungai, perbukitan, hingga pegunungan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mitigasi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.

Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan periode 2026–2027 diperkirakan mengalami keterlambatan dibandingkan kondisi normal. Perubahan pola musim tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.

Menyikapi kondisi tersebut, seluruh unsur terkait diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh potensi ancaman bencana. Kesiapsiagaan perlu dilakukan secara terpadu agar penanganan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait juga diharapkan terus mengoptimalkan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam arahannya, terdapat sejumlah langkah yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain:

Pemetaan Wilayah Rawan Bencana. Melakukan identifikasi dan pemetaan daerah rawan bencana bersama seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar penentuan langkah mitigasi dan penanganan.

Penguatan Koordinasi dan Komunikasi. Memperkuat komunikasi antarinstansi serta mengoptimalkan posko kesiapsiagaan agar setiap laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Kesiapan Personel dan Peralatan. Memastikan seluruh personel dalam kondisi siap bertugas serta didukung peralatan dan alat pelindung diri (APD) yang memadai guna menunjang keselamatan selama pelaksanaan tugas di lapangan.

Pada akhir arahannya, Plt. Bupati Tulungagung mengingatkan seluruh peserta apel agar menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab, tulus, dan ikhlas. Kehadiran aparat, petugas, serta relawan di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan perlindungan dan bantuan nyata, khususnya bagi warga yang terdampak bencana. (rat/diskominfotulungagung)